[Ficlet] Late At Night

Late At Night

Late at Night

a ficlet by patbingsoo

EXO’s Chanyeol & OC’s Ellie; 651 words; AU, Hurt/Comfort

In attempt to accomplish 100 Prompts Writing Challenge; #1 – Insomniac

*

Siapa bilang Chanyeol tidak pernah jatuh cinta?

*

Pukul dua lebih tiga puluh menit dan mata Chanyeol belum juga mampu terpejam.

Bukan, ini bukan karena suara hujan yang sangat deras di luar, yang suaranya nyaris terdengar seperti badai tengah memporak-porandakan wilayah tempat tinggalnya. Bukan juga karena hujan itu memberikan sensasi dingin menusuk tulang hingga Chanyeol tidak bisa tahan.

Sebenarnya, setelah dipikir-pikir lagi, laki-laki berpostur tinggi itu memang sudah lama rela kehilangan durasi tidurnya begitu saja. Kemarin-kemarin, dia akan tertidur pada pukul satu, kemudian berkurang lagi menjadi pukul satu tiga puluh, pukul dua, dan kini matanya terjaga hingga tiga puluh menit lebih lama dari rekor terakhirnya.

Sial, rutuk Chanyeol dalam hati. Di atas tempat tidurnya yang bernuansa biru tua, Chanyeol membalikkan tubuhnya ke arah kiri. Gorden putih di depannya tampak tenang. Beberapa minggu lalu, jika Chanyeol tidak bisa tidur seperti malam itu, dia hanya perlu mengangkat gagang telepon, menghubungi gadis di seberang kamarnya kemudian berikutnya adalah saling duduk di ambang jendela sambil memandang satu sama lain. Chanyeol selalu melakukan itu hingga gadis di seberang kamarnya terakhir kali melakukannya. Beralasan bahwa kini dirinya harus belajar karena dia telah memasuki tahun ketiganya di sekolah.

Dengan alasan itu, sialnya, Chanyeol tidak bisa melakukan apa-apa.

*

Pukul dua lebih empat puluh tiga menit.

Jam digital di dinding kamar Chanyeol menunjukkan waktu tersebut dengan cahaya merah dan Chanyeol masih belum mampu memejamkan matanya. Oh sungguh, Chanyeol berharap dia diberi kemampuan menjaga matanya untuk tetap terbuka seperti ini pada kelas matematika dan sejarah, jadi dia tidak perlu repot membubuhi minyak mentol atau apa pun yang membuat matanya panas dan terbuka sepanjang waktu. Yang pada akhirnya Chanyeol tahu bahwa cara kampungan itu sama sekali tidak berguna karena matanya tetap tertutup rapat ketika pelajaran dimulai.

Empat menit kemudian, sebuah cahaya menembus gorden putih kamarnya. Memantul pada dinding dan bergerak ke kiri dan kanan. Secepat kilat, Chanyeol bangkit dari tempat tidurnya, menyibakkan gorden dan membuka jendelanya. Seketika, senyumnya mengembang.

“Park Chanyeol, tunggu aku di sana!”

Lima menit berikutnya, gadis berambut sepinggang berwarna burgundy telah tiba di ambang jendela kamar Chanyeol.

“Kau gila, El,” seru Chanyeol.

“Bukan Ellie namanya jika aku tidak gila.”

“Jadi, ada masalah apa hingga kau harus datang ke sini?”

Namanya Ellie. Ketika dia merasa ada hal yang tidak bisa diceritakannya lewat telepon, Ellie akan mengambil tangga di belakang semak di bagian samping rumah Chanyeol kemudian memanjatnya agar tiba di kamar laki-laki itu. Persis seperti malam itu. Ellie berjalan menuju tempat tidur Chanyeol dan duduk di tepiannya tanpa mengatakan apa pun.

“Aku tidak bisa tidur,” seru Ellie.

“Aku tahu. Aku juga,” sahut Chanyeol pelan.

“Kau tahu, Kak Suho baru saja meneleponku dan dia bilang malam ini dia tidak bisa tidur karena memikirkanku. Karena itu, kini aku yang tidak bisa tidur karenanya, Chanyeol. Aku harus bagaimana?” Ellie membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Chanyeol, lupa jika yang ditidurinya bukanlah tempat tidur miliknya.

Chanyeol menghela napas pelan, kemudian melempar bantal ke arah wajah Ellie. “Sebaiknya kau pulang dan tidur. Kurasa ada bagian otakmu yang terganggu,” komentar Chanyeol asal.

“Tidak, tidak. Kau tidak mengerti bagaimana rasanya jatuh cinta, Park Chanyeol. Ketika kau tidak bisa tidur karena memikirkan orang itu. Sensasinya… Tidak akan ada yang menandingi sensasinya.”

“Ellie, tampaknya kau sakit. Sebaiknya kau benar-benar pulang dan pergi tidur.”

“Kau memang tidak mengerti, Chanyeol!” Ellie bangkit dari tempat tidur Chanyeol, melipat tangannya sambil menatap Chanyeol kesal.

Chanyeol tahu gadis itu akan melakukannya, menatapnya kesal seolah tengah marah padanya kemudian berjalan keluar jendela, turun dengan tangga besinya kemudian kembali ke kamar tanpa bicara apa-apa lagi pada Chanyeol. Dan benar saja. Ellie benar-benar melakukan apa yang Chanyeol pikirkan, tetapi ketika kembali ke kamar, Ellie masih sempat berteriak dari jendela kamarnya.

“Sepertinya kau harus jatuh cinta! Jadi kau tahu bagaimana rasanya ketika aku bercerita padamu, Park Chanyeol!”

Sambil mengibaskan tangannya, menyuruh Ellie segera masuk dan menutup jendela, Chanyeol tersenyum.

Siapa bilang Chanyeol tidak pernah jatuh cinta? Ellie tidak tahu saja jika setiap malam Chanyeol tidak bisa tidur hanya karena dirinya. Begitu ‘kan rasanya jatuh cinta?

kkeut

A/N : Tulisan pertama di 2016. Memenuhi self challenge. 😀 Semoga 100 prompt setahun ini bisa terlaksana dengan baik. :)) Selamat tahun 2016!

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Late At Night

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s